Skip to content
Apr 18 / Arus Zaman

BAGAIMANAKAH PERDAGANGAN BUDAK KETURUNAN AFRIKA DIMULAI?

Perdagangan budak-budak keturunan Afrika sudah berlangsung berabad-abad. Meskipun sebagian besar mengasosiasikan perbudakan kulit hitam dengan Amerika di abad ke-18 dan 19, sebenarnya perdagangan budak-budak Afrika telah dimulai lama sebelum Amerika melakukannya. Di beberapa negara tertentu di benua Afrika, perdagangan budak ini masih terjadi sampai saat ini.

Perdagangan budak kulit hitam di benua Afrika masih merupakan hal yang umum terjadi di Ghana dan Nigeria pada abad ke-18. Ekonomi kedua negara tersebut sangat bergantung pada penjualan tenaga kerja ke negara-negara tetangga mereka. Perbudakan di dalam benua Afrika seringkali tidak menjadi hal yang berlaku untuk seumur hidup. Para budak memiliki pilihan untuk membeli kebebasan mereka dan harga yang harus dibayar pun bisa dibilang wajar sehingga mereka bisa membelinya setelah beberapa tahun.

Di luar Afrika, pertama-tama perdagangan budak keturunan Afrika menjadi hal umum di Eropa, dimulai dari Portugal yang mengangkut budak-budak ke Brazil untuk dipekerjakan di pertambangan. Setelah itu Karibia menyusul dan kemudian beberapa negara di Amerika Tengah dan Selatan. Perdagangan budak keturunan Afrika di Amerika Serikat pada saat itu jauh lebih kecil dibandingkan yang dilakukan di negara-negara lain. Dari semua budak Afrika yang ada di benua Amerika, hanya 4.4 persen yang ada di wilayah Amerika Utara.

Catatan paling awal mengenai perdagangan budak Afrika di Amerika berasal dari permulaan abad ke-17 ketika perbudakan rasial menjadi semacam hukuman bagi para pelayan yang melanggar hukum. Di abad ke-18, para budak sebagian besar dipekerjakan di wilayah Selatan untuk bekerja di perkebunan dan pertanian, terutama oleh para tuan tanah kaya yang bisa melakukan pengeluaran ekstra demi memaksimalkan keuntungan mereka. Pada saat permulaan Perang Saudara di tahun 1860, ada sekitar empat juta budak asal Afrika di Amerika Serikat.

Perdagangan budak keturunan Afrika dihilangkan di berbagai penjuru dunia dalam waktu yang berbeda-beda. Inggris menghentikan perbudakan pada tahun 1807 walaupun para budak belum dinyatakan bebas secara resmi hingga tahun 1833 ketika Undang-Undang Abolisi Perbudakan diberlakukan. Negara-negara di Eropa selain Inggris menyusul kemudian seiring beberapa negara di Afrika memberlakukan larangan perbudakan di awal abad ke-20. Perdagangan budak keturunan Afrika hingga saat ini masih terjadi di beberapa bagian Afrika, Nigeria terkenal dengan penjualan budak seks-nya ke beberapa negara Eropa tertentu dan melakukan penjualan anak-anak di dalam benua Afrika sendiri.

(diterjemahkan dari wisegeek.com)